NOVEL TUNGGAK-TUNGGAK JATI STRATEGI MENCARI TITIK TEMU ETNIS JAWA-TIONGHOA: SEBUAH KAJIAN POSKOLONIAL
A. Meretas Permasalahan Etnis Jawa-Tionghoa Hubungan baik antara etnis Jawa dan Tionghoa mulai merosot pada sekitar awal abad ke-19 karena keterlibatan etnis Tionghoa dalam konflik internal kraton (Wahid, 2003: 73-74). Keadaan ini diperparah dengan penerapan politik devide et impera yang diduga merupakan akar dari deskriminasi etnis Tionghoa di Indonesia. Sistem politik warisan kolonialisme ini membagi para penduduk menjadi tiga golongan. Golongan teratas dalam pelapisan sosial ini adalah golongan Eropa ( Europeanen) , golongan kedua Vreemde Oosterlingen atau golongan Timur Asing seperti Tionghoa , India , dan Arab. Golongan yang ketiga adalah Inlander atau pribumi (Pemilia, 2006). Golongan Eropa menempati tempat tertinggi dan secara penuh mengendalikan struktur dan roda perekonomian. Lapisan kedua adalah para pedagang Cina yang sama-sama merupakan pendatang di Indonesia . Etnis ini mempunyai jiwa dagang yang tinggi, modal yang cukup, dan mempunyai kedekatan dengan...